Ruang belajar bersama, sejak 2020
Katanya bidang data lagi banyak dicari. Tapi kerjanya apa?
Kalau Anda tertarik tapi belum tahu bedanya Data Analyst, Data Engineer, dan Data Scientist, Anda tidak sendirian, dan itu pertanyaan pertama yang wajar.
Di sini kami menjelaskan peran-perannya dengan bahasa biasa, lalu menunjukkan persoalan yang benar-benar dikerjakan orang data. Semuanya gratis, dan kami tidak menjanjikan pekerjaan.
Pekerjaan Anda sudah berjalan, dan yang dicari cara memutuskan lebih baik? datasight.id (membuka tab baru) yang mengurus itu. Keduanya gratis.
Kenapa banyak orang melirik ke sini sekarang
Banyak orang datang ke bidang data karena jalur mereka sekarang terasa sempit, dan bidang data salah satu jalur yang masih terbuka.
1.033.182
lulusan perguruan tinggi (D4 sampai S3) menganggur per Mei 2026
Angka BPS, 14,31% dari 7,22 juta penganggur nasional, dikutip berita ANTARA 13 Agustus 2026. Beritanya (membuka tab baru)
538
lowongan peran data di 9 website lowongan Indonesia, diambil dalam satu hari
Snapshot anakdata 3 Oktober 2026. Dari analyst sampai engineer, lengkap dengan cara pengambilannya. Lihat rinciannya
Kami tidak memasang angka gaji di sini. Angka gaji yang beredar di internet berasal dari blog akademi dan agregator lowongan tanpa survei primer, jadi kami tidak memakainya untuk meyakinkan Anda.
Kerja di bidang data itu sebenarnya ngapain?
Ada beberapa pekerjaan yang saling melengkapi. Ini empat di antaranya, disusun menurut urutan kerjanya.
1. Menyiapkan data
2. Mengolah dan menafsirkan
3. Menampilkannya rutin
Di perusahaan kecil, satu orang sering mengerjakan beberapa peran ini sekaligus.
Semua isinya, dalam satu peta
Isi anakdata dibagi ke tiga bagian menurut sejauh mana Anda sudah melangkah. Kalau belum memutuskan apa-apa, mulai dari bagian pertama.
Isi peta ini juga ada dalam satu PDF, Peta Dunia Data: download 144 halaman, 1,7 MB. Semua halamannya gratis dan bisa dibaca tanpa akun; alasannya di halaman Tentang.
Cocok nggak buat saya?
Tiga keraguan yang paling sering kami dengar, dijawab apa adanya.
Empat keraguan lainnya →“Saya bukan anak IT atau statistik.”
Di angkatan kedua anakdata, 10 dari 19 peserta (53%) datang sebagai career switcher, yaitu pindah ke data dari bidang lain. Menurut kami, kebiasaan bertanya “angka ini dari mana” lebih berguna daripada jurusan asal, dan kebiasaan itu bisa dilatih siapa saja.
Data: Data internal anakdata, peserta FGD Batch II 2020
Jawaban lengkapnya →“Matematika saya jelek.”
Sebagian besar hitungan yang analis pakai sehari-hari berhenti di empat hal: menjumlahkan, merata-rata, membandingkan dua angka, dan menghitung persentase.
Jawaban lengkapnya →“Umur saya sudah 30-an, apa masih sempat?”
Kami tidak punya angka Indonesia untuk ini, dan tidak akan memakai angka Amerika supaya jawabannya terdengar meyakinkan.
Jawaban lengkapnya →Sekarang Anda di sebelah mana?
Tidak semua orang perlu langsung belajar. Pilih titik yang paling dekat dengan keadaan Anda.
Masih lihat-lihat
Anda belum perlu belajar apa-apa. Baca peta perannya, lalu putuskan apakah dunia ini menarik buat Anda.
Baca peta peranSudah tertarik, belum mulai
Baca satu kasus nyata sampai habis, lengkap dengan angkanya. Pembahasan hariannya jalan di Instagram dan LinkedIn anakdata.
Baca tulisannyaSudah kerja dengan angka
Kalau pekerjaan Anda sudah menyentuh report dan angka, Datasight membahas kapan sebuah angka boleh dipercaya untuk mengambil keputusan.
Cek posisi belajar Anda (membuka tab baru)