Keraguan
Tujuh hal yang bikin orang berhenti sebelum mulai
Semuanya kami dengar berulang-ulang, dan semuanya dijawab apa adanya di halaman ini. Termasuk dua yang jawabannya “kami tidak punya angkanya”.
Tidak ada kalimat penyemangat di bawah. Orang biasanya lebih tenang setelah dapat keterangan yang bisa dia periksa sendiri, bukan setelah disemangati.
- 01
“Saya bukan anak IT atau statistik.”
Di angkatan kedua anakdata, lebih dari separuh peserta datang dari bidang lain. Mereka sedang pindah jalur. Jurusan ternyata tidak menentukan. Yang menolong justru terbiasa bertanya “angka ini dari mana”.
Delapan peran di bidang data menuntut hal yang berbeda-beda. Dua di antaranya memang berat kodingnya, dan enam sisanya tidak. Melihat kedelapannya lebih dulu biasanya mengubah pertanyaannya, dari “saya boleh masuk tidak” jadi “saya masuk lewat pintu yang mana”.
Lihat kedelapan perannya - 02
“Matematika saya jelek.”
Sebagian besar pekerjaan analis sehari-hari berhenti di menjumlahkan, merata-rata, membandingkan, dan menghitung persentase.
Statistik berat baru muncul di peran tertentu, dan itu pun bukan pintu masuknya. Orang lebih sering salah bukan di hitungannya. Mereka tidak tahu kapan sebuah angka menyesatkan. Misalnya satu nilai ekstrem yang menarik rata-ratanya menjauh, atau persentase tanpa penyebut. Itu kebiasaan memeriksa, dan nilai rapor tidak ada hubungannya.
Sumber statistik yang tidak menakutkan - 03
“Umur saya sudah 30-an, apa masih sempat?”
Kami tidak punya angka Indonesia untuk ini, dan tidak akan memakai angka Amerika supaya jawabannya terdengar meyakinkan.
Satu hal bisa kami sebut tanpa mengarang. Pengalaman kerja Anda sebelumnya justru berguna di pekerjaan ini. Analis yang pernah bekerja di keuangan, ritel, atau rumah sakit sudah tahu bagaimana tempat itu beroperasi, dan pengetahuan itu yang membuat pertanyaannya tajam. Orang yang baru lulus harus membangunnya dari nol, dan itu memakan waktu bertahun-tahun.
Cara mengeceknya sendiri
Kalau ingin gambaran yang nyata, cari orang di LinkedIn yang jabatannya sekarang di bidang data lalu lihat riwayat pekerjaan sebelumnya. Sepuluh profil sudah cukup untuk memberi Anda gambaran yang lebih jujur daripada angka mana pun yang bisa kami kutip.
- 04
“Gelar saya tidak nyambung, atau saya belum punya gelar.”
Lowongan di Indonesia biasanya menulis “S1 statistik, matematika, ilmu komputer, ekonomi, atau bidang terkait”. Dua kata terakhir itu yang menanggung banyak beban.
Sebagian perusahaan benar-benar menyaring keras di gelar, terutama perusahaan besar dan BUMN, dan tidak ada gunanya berpura-pura sebaliknya. Sebagian lain tidak. Syarat mereka di luar kendali Anda. Di dalam kendali Anda: punya satu pekerjaan selesai, siap ditunjukkan saat syaratnya ternyata longgar.
Bikin satu yang bisa ditunjukkanCara mengeceknya sendiri
Buka satu situs lowongan, cari “data analyst”, lalu baca sepuluh iklan terbaru. Hitung berapa yang menyebut “atau bidang terkait”, dan berapa yang menyebut jurusan tertentu tanpa pengecualian. Lima menit, dan hasilnya berlaku untuk pasar kerja hari ini, bukan untuk tahun saat artikel mana pun ditulis.
- 05
“Perlu sertifikat dulu, ya?”
Sertifikat membuktikan Anda hadir. Satu proyek yang selesai membuktikan Anda mengambil keputusan, dan pewawancara menanyakan keputusan itu.
Sertifikat memang menolong di satu tempat: melewati penyaringan awal di perusahaan yang menyaring dengan kata kunci. Itu manfaat yang nyata, dan bukan alasan mengumpulkan lima. Setelah lolos penyaringan, pewawancara tetap membicarakan pekerjaan yang pernah Anda kerjakan.
Enam proyek yang bisa dikerjakan - 06
“Nanti keburu digantikan AI, tidak?”
Mesin mengambil alih bagian tengahnya. Menulis draf query, membersihkan data yang bentuknya sudah dikenal, dan menyusun laporan yang formatnya itu-itu saja.
Dua ujungnya tidak. Menentukan pertanyaan mana yang layak dijawab, dan menjelaskan angkanya berarti apa, tetap menuntut orang yang paham keadaannya. Halaman lanskap memuat angkanya beserta sumber yang bisa Anda buka sendiri, termasuk berapa lama pekerjaan yang dulu tiga jam sekarang selesai.
Angkanya, dengan sumbernya - 07
“Bahasa Inggris saya belum kuat.”
Ini hambatan yang nyata, dan kami tidak melebih-lebihkannya. Bahan gratis yang bagus memang kebanyakan berbahasa Inggris.
Anda cuma perlu bisa membaca, tidak perlu bisa bicara. Itu jauh lebih cepat dikejar. Kosakata di bahan teknis juga berulang terus: select, filter, join, average. Setelah dua minggu, kata yang sama itu lagi yang muncul. Katalog sumber di situs ini punya satu kelompok berbahasa Indonesia, dan kelompok itu memang yang paling pendek.
Sumber berbahasa Indonesia
Yang belum dijawab di sini
Dua pertanyaan yang sering datang bareng tujuh di atas belum punya halamannya: seperti apa bunyi iklan lowongan sungguhan, dan berapa gajinya.
Keduanya sedang ditulis. Bagian gaji sengaja lama. Hampir semua angka yang beredar berasal dari blog lembaga kursus, tanpa metode yang bisa diperiksa. Menyalinnya berarti melanggar aturan situs ini sendiri.